Jatuh Cinta pada Desain Otak Sendiri: Romantisasi di Ruang Sunyi
Tapiiiiiiii....
Saya juga punya sudut pandang yang menarik dari sudut pandang saya ya hehehe... (opini pribadi)
Awalnya saya senang dengar lagu ini, karena rasanya ikut merasakan butterfly era, aseek. tapi saya pengen membedahnya dari sudut pandang yang agak lain
Kontruksi realitas romantis.
Pembukanya adalah halo effect, salah satu bias kognitif di mana penilaian kita terhadap satu sifat spesifik seseorang digunakan untuk menyimpulkan keseluruhan karakter mereka.
Perhatikan lirik ini:
“I like the way you try so hard when you play basketball... in every song you're so tall.”
Secara objektif, kemampuan seseorang memasukkan bola ke ring atau tinggi badan seseorang saat menyanyi tidak ada hubungannya dengan apakah dia adalah manusia yang baik, setia, atau cocok menjadi pasangan hidup.
Namun, otak si penyanyi melakukan lompatan kognitif
Karena target memiliki performa yang impresif di lapangan basket dan panggung (atribut sosiometri yang tinggi), otak seseorang yg lagi kasmaran , secara otomatis memasangkan "halo" (lingkaran cahaya malaikat) di atas kepala si target.
Otak menyimpulkan secara sepihak: "Karena dia hebat di lapangan, maka wangi badannya, cara dia memakai jaket, bahkan bentuk jarinya adalah sebuah kesempurnaan." (mana ada siy yang sempurna)..
Ini bukan sekadar kekaguman; ini adalah reduksi kompleksitas manusia.
Kita tidak melihat manusia apa adanya, kita melihat proyeksi ideal yang diciptakan oleh ego kita sendiri.
Hal yang paling berbahaya sekaligus indah dalam komunikasi interpersonal adalah bagaimana kita menginterpretasikan pesan nonverbal yang ambigu. Di sinilah Confirmation Bias bermain. Kita hanya mencari, mengingat, dan menginterpretasikan informasi yang mendukung keyakinan awal kita (dan semua memiliki bias)
Mari kita bedah lirik pembuka yang sangat krusial:
“I like your eyes, you look away when you pretend not to care.”
Coba kita tellaah ya...
Dari mana si penyanyi tahu bahwa ketika si target memalingkan muka, itu karena dia "pura-pura tidak peduli" alias sebenarnya peduli?
Dalam realitas objektif, seseorang memalingkan muka bisa berarti banyak hal: dia sedang bosan, dia tidak nyaman diperhatikan, dia sedang memikirkan utang hahaha atau dia memang benar-benar tidak peduli (Geer).
Namun, karena si penyanyi ingin diperhatikan, otaknya melakukan dekode nonverbal yang bias. Otak memanipulasi stimulus visual tersebut dan menerjemahkannya sebagai: "Dia sengaja buang muka karena dia salah tingkah denganku."
Ini adalah bentuk komunikasi intrapersonal yang autistik—di mana seseorang menciptakan narasi di dalam kepalanya sendiri, memvalidasinya sendiri, dan menganggapnya sebagai kebenaran mutlak interpersonal.
Satu tingkat lebih dalam lagi, lagu ini menunjukkan bagaimana hasrat komunikasi bertransit dari ruang publik ke ruang privat melalui imajinasi proxemics atau teori jarak ruang dalam komunikasi.
Lirik “To be your favorite jacket, wishing that I could be yourself” bukan sekadar metafora yang manis.
Dalam kajian proxemics Edward T. Hall, jaket berada pada Jarak Intim yang menempel langsung pada kulit. Ketika komunikasi interpersonal secara riil belum tercapai, si penyanyi menggunakan fantasi benda mati (jaket) untuk mengompensasi kegagalan penetrasi sosialnya di dunia nyata.
"Kesimpulannya apa? hasil telaah kritis, eh sedikit kritis, Cinta Adalah Hasil Desain Otak Kita Sendiri"
so, menurut saya makna terdalam dari lagu I Like You So Much, You’ll Know It?
Lagu ini adalah pengakuan jujur tentang bagaimana manusia jatuh cinta bukan pada siapa orangnya,
melainkan pada bagaimana otak kita mengemas orang tersebut.
Lewat Efek Halo, kita menciptakan berhala ideal di dalam kepala kita; dan lewat Bias Konfirmasi, kita mencocok-cocokkan semua perilakunya agar sesuai dengan imajinasi kita, yang kita buat.
Lagu ini manis, karena ketidaktahuan pada tahap awal hubungan adalah tempat paling nyaman bagi otak untuk berfantasi sebelum realitas komunikasi yang sesungguhnya, yang penuh konflik dan kompromi datang mengetuk pintu.
Namun perlu diingat, kesunyian dan penundaan makna itu bagus untuk draf filsafat, tapi sangat tidak efisien untuk komunikasi interpersonal yang sehat di dunia nyata.
Tok Tok... Selamat datang ...
Komentar
Posting Komentar