Meracik bumbu, Merilis stress
Ada hari-hari di mana isi kepala terlalu bising dengan target, ekspektasi, dan akumulasi stres yang tidak kasat mata. Seperti beberapa hari ini, rasanya penat, lelah dan entah perasaan apa lagi itu . kapasitas kognitif mulai menemui titik jenuhnya, melarikan diri ke dalam deretan teks atau analisis digital sering kali justru memperkeruh suasana. Saya sudah Mencoba menuangkannya dalam deretan teks , menari di atas keybord tapi rasanya malah menghadirkan tanya dan takut yang entah kapan ada jawabannya .. Akhirnya hari ini, Di momen seperti itu, saya memilih berjalan ke dapur, menyalakan lampu, dan mengambil talenan. Malam ini, terapi psikologis tidak datang dari ruang konseling atau buku-buku teoretis seperti biasa, melainkan dari sebuah ritual sederhana: meracik bumbu masakan. Dimulai dari kulit bawang yang mengelupas satu demi satu di bawah jemari. Ada kepuasan tersendiri yang sunyi saat melihat lapisan luar yang kering itu terbuang, menyisakan bagian inti yang bersih ...