Sudut Favorit
Di Sudut yang Sama Ada satu sudut yang selalu kupilih. Bagi banyak orang, sudut itu mungkin tak lebih dari deretan kursi di depan sebuah ruangan. Tempat untuk menunggu, beristirahat sejenak, atau sekadar lewat sebelum melanjutkan kesibukan. Bagiku, sudut itu selalu lebih dari itu. Jauh sebelum ada cerita apa pun. Sebelum ada satu pagi yang kemudian diam-diam menetap dalam ingatan. Sudut itu sudah menjadi tempat favoritku. Bukan karena letaknya paling sempurna, melainkan karena di sana aku merasa dunia berjalan sedikit lebih pelan. Beberapa waktu lalu, pagi itu berjalan sedikit berbeda.Bukan karena ada peristiwa besar. Tidak ada yang luar biasa. Hanya sebuah percakapan, diselingi tawa yang ringan, dan satu kalimat yang hingga hari ini masih bisa mengundang senyum setiap kali mengingatnya. Lucunya, kenangan sering memilih hal-hal yang tampak sepele. Bukan topik pembicaraannya yang ingat dengan utuh, melainkan suasana yang mengitarinya. Cara pagi itu terasa b...