Membaca yang Tersirat di Sela Sesapan Kopi
Sore Hari... Diantara langit yang meremang karena awan yang mulai menutup sang Cahaya. Duduk dipojokan, menghadap laptop, jari jemari asyik menari di tuts keyboard, seakan menuangkan gundah di kepala. Saya seorang penikmat butterscoth, selain cappucino. Belakangan ini, saya sedang jatuh cinta pada segelas es kopi yang saya minum saat rasa lelah setelah aktivitas seharian. ah, tentu bukan karena kafeinnya yang ampuh menahan kantuk, bukan.. karena kafein mengantarkan saya tertidur dengan pulas hehehe. Jatuh cinta karena rasa yang bekerja di lidah. Sensasi aneh namun memikat ditiap sesapannya. Sesapan pertama, rasa manis karamel yang pekat menyambutnya dengan brutal, ah terlalu manis respon pertama. Namun, sedetik kemudian rasa gurih asin dari mentega yang tipis mulai datang dan turut menyambut dan di akhiri pahitnya espresso yang menutup tarian rasa di kerongkongan. Aneh, ya pasti aneh.. Tiga rasa yang saling berbeda, cenderung bertolak belakang, namun ketika dipad...