Postingan

Hiperrealitas Notifikasi: Ketika Ilusi Kedekatan Digital Menguras Energi Mental

Judul tulisan ini "hiperrealitas notifikasi: ketika ilusi kedekatan digital menguras energi mental"  Agak-agak berbau kritis.. ya, upaya tetap sadar di tengah dar der dornya hidup yang tidak menentu.  Yuk kita mulai,..  Ah pasti pernah,... kamu kamu dan saya juga pasti.. tertegun menatap layar ponsel selama beberapa menit, hanya untuk membaca ulang pesan pendek yang diterima.  Atau, mungkin kamu , saya tiba-tiba mendadak merasa cemas hanya karena seseorang yang biasanya membalas pesan dengan sangat cair, tiba-tiba mengirimkan pesan dry text, singkat tanpa emotikon yang tersematkan.  Jika jawabannya pasti pernah. Ijinkan saya mengatakan selamat datang di ruang abu-abu digital. Fenomena ini tidak hanya dialami oleh kamu, atau saya..  Tapi sudah menjadi semacam hal yang lumrah dalam masyarakat modern .  Ada yang bilang, sikap kita yang bingung menghadapi dry text, itu adalah sikap yang kekanak-kanakan, atau kita terlalu baper.  Menurut saya, gak gitu...

Jatuh Cinta pada Desain Otak Sendiri: Romantisasi di Ruang Sunyi

  Tapiiiiiiii.... Saya juga punya sudut pandang yang menarik dari sudut pandang saya ya hehehe... (opini pribadi) Awalnya saya senang dengar lagu ini, karena rasanya ikut merasakan butterfly era, aseek. tapi saya pengen membedahnya dari sudut pandang yang agak lain  Kontruksi realitas romantis.  Pembukanya adalah halo effect, salah satu bias kognitif di mana penilaian kita terhadap satu sifat spesifik seseorang digunakan untuk menyimpulkan keseluruhan karakter mereka. Perhatikan lirik ini: “I like the way you try so hard when you play basketball... in every song you're so tall.” Secara objektif, kemampuan seseorang memasukkan bola ke ring atau tinggi badan seseorang saat menyanyi tidak ada hubungannya dengan apakah dia adalah manusia yang baik, setia, atau cocok menjadi pasangan hidup. Namun, otak si penyanyi melakukan lompatan kognitif  Karena target memiliki performa yang impresif di lapangan basket dan panggung (atribut sosiometri yang tinggi), otak seseorang yg l...

Di Balik Lagu Romantis Ini, Ada Strategi "Intel" yang Jenius

Gambar
  Kayaknya kalau ngikutin cerita-cerita remaja yang sedang jatuh cinta, sering kali mereka akan menjadi stalker yang cihuy banget yaaaa... Mungkin tetiba mereka bisa jadi detektif atau intel yang bekerja dalam senyap untuk cari tahu tentang siy crush.  Mengapa Jatuh Cinta Bikin Kita Jadi "Detektif" Diam-Diam? Artikel kali ini mau nyoba membedah, dari psikologi komunikasi Lagu "  I Like You So Much, You’ll Know It" kamu pernahkan mendengarkan lagu I Like You So Much, You’ll Know It dan ikut tersenyum sendiri?  kayak berasa gemesnya, berdebarnya jatuh cinta terasa ya dari tiap liriknya...  Lagunya manis, semanis senyumannya yang kamu kenang tiap kali kamu terbayang... asiiiik...  Liriknya  detail: “I like your eyes, you look away when you pretend not to care…” hingga “I like the way you try so hard when you play basketball.” Kalau diperhatikan, liriknya bisa menggambarkan dari kebiasaan kecil gebetannya, mulai dari caranya melirik, wangi badannya, samp...