Postingan

Memeluk Nisan Kaku Sejak Kecil: Rasa Iri yang Tak Pernah Selesai di Beranda Media Sosial

Gambar
 Saya pernah melihat Qoute dan membacanya  "Ketika Seorang Ayah tak ada, berarti tugasnya sudah selesai atau sang anak telah mampu kuat " Me... ah sekacau ini perasaannya ketika melihat qoute-qoute tentang ayah ataupun postingan mengenai ayah.  Konten video yang memperlihatkan seorang anak tersenyum melihat ayahnya menjemputnya, atau konten video pelukan hangat dari sang ayah untuk anak perempuannya.  Tapi... ah itu semua bukannya cuma konten yak.. Satu hal yang membuat saya selalu iri,. dan iri itu tidak pernah selesai. ya itu pelukan hangat yang bahkan membayangkannya saya tidak pernah sanggup atau saya tidak pernah mampu. Saya hanya bisa datang memeluk batu nisan kaku itu,.. dan itu sejak kecil. Pelukan yang paling dingin adalah pelukan pada sebuah batu nisan. Ketika anak-anak lain memiliki memori tentang aroma jaket ayah mereka setelah pulang kerja, atau bagaimana rasanya diangkat tinggi-tinggi dalam dekapan yang hangat, sebagian dari kita hanya memiliki memori t...

Hiperrealitas Notifikasi: Ketika Ilusi Kedekatan Digital Menguras Energi Mental

Judul tulisan ini "hiperrealitas notifikasi: ketika ilusi kedekatan digital menguras energi mental"  Agak-agak berbau kritis.. ya, upaya tetap sadar di tengah dar der dornya hidup yang tidak menentu.  Yuk kita mulai,..  Ah pasti pernah,... kamu kamu dan saya juga pasti.. tertegun menatap layar ponsel selama beberapa menit, hanya untuk membaca ulang pesan pendek yang diterima.  Atau, mungkin kamu , saya tiba-tiba mendadak merasa cemas hanya karena seseorang yang biasanya membalas pesan dengan sangat cair, tiba-tiba mengirimkan pesan dry text, singkat tanpa emotikon yang tersematkan.  Jika jawabannya pasti pernah. Ijinkan saya mengatakan selamat datang di ruang abu-abu digital. Fenomena ini tidak hanya dialami oleh kamu, atau saya..  Tapi sudah menjadi semacam hal yang lumrah dalam masyarakat modern .  Ada yang bilang, sikap kita yang bingung menghadapi dry text, itu adalah sikap yang kekanak-kanakan, atau kita terlalu baper.  Menurut saya, gak gitu...

Jatuh Cinta pada Desain Otak Sendiri: Romantisasi di Ruang Sunyi

  Tapiiiiiiii.... Saya juga punya sudut pandang yang menarik dari sudut pandang saya ya hehehe... (opini pribadi) Awalnya saya senang dengar lagu ini, karena rasanya ikut merasakan butterfly era, aseek. tapi saya pengen membedahnya dari sudut pandang yang agak lain  Kontruksi realitas romantis.  Pembukanya adalah halo effect, salah satu bias kognitif di mana penilaian kita terhadap satu sifat spesifik seseorang digunakan untuk menyimpulkan keseluruhan karakter mereka. Perhatikan lirik ini: “I like the way you try so hard when you play basketball... in every song you're so tall.” Secara objektif, kemampuan seseorang memasukkan bola ke ring atau tinggi badan seseorang saat menyanyi tidak ada hubungannya dengan apakah dia adalah manusia yang baik, setia, atau cocok menjadi pasangan hidup. Namun, otak si penyanyi melakukan lompatan kognitif  Karena target memiliki performa yang impresif di lapangan basket dan panggung (atribut sosiometri yang tinggi), otak seseorang yg l...