Di Balik Lagu Romantis Ini, Ada Strategi "Intel" yang Jenius

 




Kayaknya kalau ngikutin cerita-cerita remaja yang sedang jatuh cinta, sering kali mereka akan menjadi stalker yang cihuy banget yaaaa...

Mungkin tetiba mereka bisa jadi detektif atau intel yang bekerja dalam senyap untuk cari tahu tentang siy crush. 

Mengapa Jatuh Cinta Bikin Kita Jadi "Detektif" Diam-Diam?

Artikel kali ini mau nyoba membedah, dari psikologi komunikasi Lagu " I Like You So Much, You’ll Know It"

kamu pernahkan mendengarkan lagu I Like You So Much, You’ll Know It dan ikut tersenyum sendiri? 

kayak berasa gemesnya, berdebarnya jatuh cinta terasa ya dari tiap liriknya... 

Lagunya manis, semanis senyumannya yang kamu kenang tiap kali kamu terbayang... asiiiik... 

Liriknya  detail: “I like your eyes, you look away when you pretend not to care…” hingga “I like the way you try so hard when you play basketball.”

Kalau diperhatikan, liriknya bisa menggambarkan dari kebiasaan kecil gebetannya, mulai dari caranya melirik, wangi badannya, sampai caranya main basket (begh hidupnya se intel apa itu)..

kalau saya sendiri rasanya gak sanggup kwkwkwk.. 

Balik deh, 

Pertanyaannya: 

Kenapa ya, saat jatuh cinta, mendadak jadi pengamat yang sangat jeli?

Saya mau melihatnya dari teori 

 "Uncertainty Reduction Theory (Teori Pengurangan Ketidakpastian)"

yaaa... semua orang butuh kepastian, dan tidak suka dengan posisi gantung. 


Teori yang dicetuskan oleh Charles Berger dan Richard Calabrese ini menjelaskan bahwa pada tahap awal sebuah hubungan, manusia memiliki dorongan alami yang sangat kuat untuk mengurangi ketidakpastian

Kita ingin tahu: Dia orangnya seperti apa sih? Dia suka apa? Dan yang paling penting... dia tertarik juga nggak ya sama aku?

Untuk menjawab ketidakpastian itu, ada tiga strategi yang bisa dilakukan: pasif (mengamati), aktif (tanya orang lain), dan interaktif (ngobrol langsung).

Nah, lagu I Like You So Much, You’ll Know It adalah contoh paling estetis dari Strategi Pasif.


Mengamati Tanpa Menyentuh

Di dalam liriknya, si  dia tidak langsung datang dan menginterogasi gebetannya.  dia memilih menjadi "detektif diam-diam" di lingkungan sosial yang alami.

Ketika dia memperhatikan cara si gebetan bermain basket ("when you play basketball"), 

secara tidak sadar dia sedang mengumpulkan informasi nonverbal tentang tingkat kompetensi, ambisi, dan daya tarik fisik si target. 

Ketika dia menyadari si dia memalingkan muka saat tertangkap basah melirik ("you look away when you pretend not to care"), 

Dia sedang membaca kode mikroekspresi untuk menebak apakah ada sinyal ketertarikan yang sama.

Mengapa dia melakukan strategi pasif ini? Karena aman

Strategi ini meminimalkan risiko ditolak (face-saving) sekaligus memberikan kita cukup "data kognitif" untuk memprediksi perilaku si dia ke depannya.

Kata kuncinya,.. data kognitif ya gaes. 

Dari Pengamatan Menjadi Keberanian

Menariknya, lagu ini tidak berhenti pada tahap mengamati saja. Setelah "data" yang dikumpulkan lewat strategi pasif dirasa cukup dan memunculkan rasa aman ("I'm honestly, safely, in love with you"), ketidakpastian itu akhirnya runtuh.

Begitu ketidakpastian berkurang, kecemasan berubah menjadi keberanian. Si  Dia akhirnya siap melangkah ke tahap komunikasi interaktif yang paling ekstrem: menyatakan cinta secara terang-terangan ("You'll know it, baby, I like you so much...").

Gaes,.. menurut saya

Lagu ini bukan cuma tentang cinta monyet yang menggemaskan. 

Secara psikologis, lagu ini merayakan proses komunikasi intrapersonal yang indah. 

Ini adalah bukti bahwa jatuh cinta membuat indra kita bekerja berkali-kali lipat lebih tajam untuk mengenali orang yang kita sayangi.

Jadi, buat kamu yang saat ini diam-diam hapal cara gebetanmu tertawa atau rute jalan yang sering dia lewati, jangan cemas. Kamu tidak aneh, kamu hanya sedang mempraktikkan Uncertainty Reduction Theory dengan cara yang paling romantis.... aseeek 


Sekarang,... membedah yang manis-manis dlu ya,... ntar ada kok analisa yang agak lain... 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Charge

Review The Alpha Girls Guide

FoPo (Fear of People's Opinions) - Kena mental