Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Jangan Tergesa Menamai Kedekatan

Gambar
  Malam hari, ditemani lagu Kunto aji yang berjudul "Rehat", Segelas teh hangat dan sepotong cookies buatan pagi hari.  Akhirnya menuliskan opini mengenai ini, "biarkan semesta bekerja".  Pernahkah kamu bertemu seseorang yang dalam waktu singkat terasa begitu dekat? Percakapan mengalir tanpa jeda, tatapan mata terasa penuh makna, dan diskusi melompat dari hal-hal sederhana menuju topik yang sangat personal atau bahkan filosofis bermakna.... Sepertinya, pada saat itu, muncul perasaan bahwa ada sesuatu yang istimewa sedang terjadi, sebuah koneksi yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. sebelum membaca detail,. sedikit imajinasinya ... Hasil Generate Ai yak...  Seperti itulah...  Namun, beberapa hari kemudian semuanya kembali seperti semula. Tidak ada pesan lanjutan, tidak ada upaya menjaga hubungan, bahkan seolah-olah momen yang terasa begitu dalam itu tidak pernah ada. Yang tersisa hanyalah pertanyaan: Apakah kedekatan itu benar-benar nyata, atau hanya saya yang ...

Racun Kognitif dibalik "Londo Ireng"

Gambar
Hay... Im Back....  Gemeeees,.. udah beberapa hari ini kepikiran dengan kata-kata yang terlontar dari sang penguasa.  Ijinkan saya bersuara melalui tulisan ini... Ketika seorang pemimpin negara atau elit kekuasaan melemparkan sebutan "londo ireng" untuk melabeli wartawan dan media massa, ruang publik kita seketika bising.  Mari kita tengok, secara historis frasa "londo ireng" menyisakan trauma kolonial. Seringkali di artikan sebagai sebuah ejekan pejoratif bagi kaum pribumi yang menjadi centeng atau antek penjajah.  Namun, ketika istilah ini ditarik ke panggung politik modern untuk mengomentari kerja-kerja pers, kita tidak sedang menyaksikan sekadar retorika atau gaya bahasa politik yang bernada humor, namun syarat yaaa gitulah.  Sebagai seseorang yang mengawali karier dari bangku kuliah jurnalistik dan pernah berdiri di depan kelas sebagai dosen jurnalistik.  Saya melihat fenomena ini bukan sekadar dinamika politik biasa, melainkan serangan psikologis yan...

Mengaduk Cemas, Menyeduh Jeda: Refleksi Pengingat dari Tulus

Gambar
Malam hari, saat membuka WhatsApp, tetiba terdengar sayup-sayup lagu Tulus berjudul "Teh Hijau". Seketika saya bergumam dalam hati: Hmm... sepertinya memang ada yang hilang. Ada yang kurang, atau mungkin ada yang kosong. Sparks itu menguap begitu saja, tapi entah sejak kapan. Mungkin semua ini bermula sejak dunia menuntut kita untuk serba cepat, serba produktif, dan serba "jadi". Tuntutan-tuntutan itu perlahan merenggut ketenangan kita. Matur nuwun, Tulus. Lagumu bukan cuma sekadar barisan nada, melainkan sebuah pengingat lembut bahwa hidup ini bukanlah perlombaan lari cepat. Kadang, kita hanya perlu duduk, menyeduh waktu, dan menikmati rasanya. Ya, hanya kadang. Karena di era sekarang, momen "kadang" ini telah menjelma menjadi sebuah kemewahan yang mahal. Berapa kali perasaan lelah dan terburu-buru ini muncul dalam hidup kita? Sering kali kita merasa berdosa kalau tidak melakukan apa-apa. "Aduh, hari ini aku produktif gak ya?" atau "Kok ora...

"Hadir Tanpa Mengetuk Pintu: Membedah Jebakan Triangulasi Komunikasi dari Masa ke Masa"

Gambar
Pernah nggak sih kamu terjebak di situasi di mana kamu lagi ada masalah atau kecemasan sama pasangan, tapi bukannya ngomong langsung secara terbuka, kamu malah menggunakan "perantara" untuk menyampaikan perasaanmu? Atau sebaliknya, kamu yang tiba-tiba ditarik buat jadi penengah di antara dua orang yang lagi konflik, atau lagi sok cuek? Kalau pernah, selamat! Kamu sudah mempraktikkan Triangulasi komunikasi . Istilah ini mungkin terdengar sangat akademis, atau kualitatif banget wkkwkw... Tapi, percayalah dinamika ini dekat banget sama keseharian kita. Bahkan, para musisi Indonesia sudah memotret fenomena ini lewat lagu-lagu hits mereka. Salah satu yang paling presisi dan tajam dalam menggambarkan dinamika ini adalah lagu legendaris sepanjang masa: "Kangen" dari Dewa 19 . Kok lagu itu? ... hahahhaha gak boleh baper tapi ya,... Yuk, kita bedah bareng-bareng apa itu triangulasi komunikasi dan kenapa skenario ini sering bikin hubungan kita terasa makin ruwet! Muray Bowen...

Mendengar "Peluk" Bernadya: Merayakan Rapuh Tanpa Takut Dihakimi

Gambar
  Beberapa waktu ke belakang,.. Panik, bingung, gak tahu lagi deh apa yang dirasakan tetiba, semua kacau.. tetiba semua tidak berjalan seperti biasanya.. Mencoba mencerna, namun ternyata saat itu setiap langkah sepertinya kurang bersahabat akhirnya semakin menimbulkan kepanikan wkwkkwk.. Eh, eh tetiba, diperjalanan pulang yang jelas, salah pesan tiket kereta, salah naik gerbong kereta entah gimana ceritanya , pemutar lagu di hape, memainkan lagu Bernadya,.. " Tak perlu kata, tanpa bicara Ku t'lah menunggu lama Tak perlu kata, jemput segera Dan peluk aku sekarang! " Ku t'lah menunggu lama Tak perlu kata, jemput segera Dan peluk aku sekarang! " Seketika... rasanya... ingin menangis tapi tidak bisa menangis. Nah... sekarang sudah terlewati, akhirnya bisa deh nulis ini.. Setelah membahas Sinyal dari Bernadya, ternyata lagu yang berjudul Peluk Aku Sekarang , juga merupakan salah satu lagu yang paling pas didengarkan saat hati sedang tidak baik-baik saja. Lagu ini ter...