Setengah gelas butterscoth dan Es yang meluruh
Di sinilah letak menariknya komunikasi manusia. Kita sering kali merasa harus mengumumkan keberadaan kita, melalui ucapan, penegasan, atau kehadiran yang kadang terlalu bising, menuntut agar diakui.
Kita merasa harus berkata, "Aku di sini," untuk memastikan bahwa kita terlibat. Bisa jadi bentuk kehadiran yang paling berharga sering kali adalah yang paling minim dekorasi ataupun interaksi
Hadir tanpa perlu berkata sedang hadir.
Ketika seseorang memilih untuk melarutkan dirinya ke dalam ruang tanpa tuntutan untuk mendominasi pembicaraan, secara sadar ia sedang memberikan sebuah konfirmasi yang mutlak. Anggukan kecil saat menyimak, arah tatapan, hingga bagaimana berbagi atmosfer rasa dalam diam bisa jadi bentuk bahasa yang tidak membutuhkan kamus untuk dipahami. Kehadiran fisik yang tenang memiliki kemampuan dekonstruktif, meruntuhkan kekakuan dari teks digital yang dingin, hmm dan lalu menggantinya dengan ruang aman yang nyata.
kini hanya tersisa setengah gelas butterscoth , dengan es batu yang sudah sepenuhnya mencair dan mengencerkan warna karamel di dalamnya. Menyatu melebur tanpa dominan rasa
segelas minuman yang mencair di akhir pertemuan adalah sebuah penanda yang sangat jujur. Ia berbicara tentang fokus yang tidak terbagi.
Gelas itu terabaikan bukan karena tidak dinikmati, melainkan karena ruang nyaman itu dipenuhi kehadiran yang utuh.
Waktu seolah bergerak tanpa disadari, membiarkan es meluruh sendiri di dalam gelas itu, tak ada embun es yang terlihat, tak ada tanda yang tertinggal karena semua terasa cukup
Komentar
Posting Komentar