Mendengar "Peluk" Bernadya: Merayakan Rapuh Tanpa Takut Dihakimi
Beberapa waktu ke belakang,..
Panik, bingung, gak tahu lagi deh apa yang dirasakan tetiba, semua kacau.. tetiba semua tidak berjalan seperti biasanya..
Mencoba mencerna, namun ternyata saat itu setiap langkah sepertinya kurang bersahabat akhirnya semakin menimbulkan kepanikan wkwkkwk..
Eh, eh tetiba, diperjalanan pulang yang jelas, salah pesan tiket kereta, salah naik gerbong kereta entah gimana ceritanya , pemutar lagu di hape, memainkan lagu Bernadya,..
Ku t'lah menunggu lama
Tak perlu kata, jemput segera
Dan peluk aku sekarang!"
Ku t'lah menunggu lama
Tak perlu kata, jemput segera
Dan peluk aku sekarang!"
Seketika... rasanya... ingin menangis tapi tidak bisa menangis.
Nah... sekarang sudah terlewati, akhirnya bisa deh nulis ini..
Setelah membahas Sinyal dari Bernadya, ternyata lagu yang berjudul Peluk Aku Sekarang , juga merupakan salah satu lagu yang paling pas didengarkan saat hati sedang tidak baik-baik saja.
Lagu ini terasa jauh lebih personal. Ini adalah lagu tentang kerapuhan diri sendiri saat menghadapi dunia yang sedang terasa terlalu berat.
Pernah gak sih, kamu lagi berada di titik terendah, penuh kecemasan (anxiety), atau habis melewati hari yang sangat melelahkan, lalu orang-orang di sekitarmu bilang:
"Sabar ya, nanti juga lewat..."
"Jangan terlalu dipikirin, kamu overthinking aja itu."
Niat mereka mungkin baik, ingin menenangkan.
Tapi secara psikologis, ketika otak dan tubuh kita sudah kepalang lelah, kata-kata bernada "menasihati" atau menganggap enteng masalah itu justru terasa seperti penolakan emosi. Rasanya seperti di ketusin loh.
menulis ini bukan untuk sebuah pembenaran, namun mengeluarkan apa yang dirasakan saja.
Saat cemas, kadang yang kita butuhkan hanya satu, validasi bahwa kita sedang tidak baik-baik saja.
Nah, emosi mentah itulah yang ditangkap dengan sangat cerdas oleh Bernadya di lagu "Peluk Aku Sekarang".
Secara psikologis, pelukan fisik (physical touch) memiliki kekuatan luar biasa yang tidak bisa digantikan oleh teks atau kata-kata sedalam apa pun.
Saat berpelukan, tubuh kita melepaskan hormon oksitosin, hormon cinta dan penenang alami yang secara instan bisa menurunkan hormon stres (kortisol) dan memperlambat detak jantung yang sedang berkejaran karena panik.
Lewat lirik lagu ini, Bernadya seperti mewakili suara hati kita yang sedang lelah berargumen,
lelah menjelaskan kenapa kita sedih, dan lelah pura-pura kuat di depan publik.
Lagu ini adalah sebuah permohonan yang jujur: "Gak usah tanya kenapa, gak usah dinasihati, cukup peluk aku sekarang."
Bagi kamu yang sering terjebak dalam anxiety loop (putaran kecemasan) atau sering merasa tidak aman dengan penilaian orang lain setelah melakukan kesalahan, mendengarkan lagu ini bisa menjadi ruang aman (safe space). Musiknya yang tenang membuat sirkuit kognitif kita ikut rileks, seolah memberi izin pada diri sendiri untuk:
Mengakui kalau kita lelah. (Dan itu sangat manusiawi!)
Menurunkan topeng formalitas. Kita tidak perlu selalu tampil sempurna atau terlihat kuat setiap saat.
Menangis kalau memang perlu.
"Peluk Aku Sekarang" bukan sekadar lagu galau biasa. Ini adalah sebuah pengingat hangat bahwa di balik semua hiruk-pikuk tanggung jawab, ego, dan ambisi kita sehari-hari, ada anak kecil di dalam diri kita yang kadang-kadang cuma butuh ditenangkan dengan kehangatan sebuah pelukan yang tulus.
Komentar
Posting Komentar