Postingan

peluk dan lepaskanlah

Gambar
  Entah ini second wave serangan Covid-19 di Indonesia ataupun serangan pertama. Saat ini semua menjadi tidak pasti, yang pasti hanyalah kematian. Ucapan innalilahi, turut berduka cita seakan otomatis membalas pesan singkat yang masuk di group whatsapp.   Sosial media facebook, Instagram,, twitter bahkan tiktok pun lebih sering menjadi media menyampaikan informasi kalau si A meninggal, Si B sakit, si C isoman dan berbagai kabar lara lainnya.   Linimasa hilir mudik dengan berita mengenai informasi covid-19,informasinya pun campur aduk antara yang benar dan yang salah. Banjirnya informasi ini menyebabkan kelelahan, Lelah batin.   Okey, wajar saat Lelah kita mengatakan “aku tidak sedang baik-baik saja, im not ok.. wajar kok saat itu kita nangis dan berhenti mengakses informasi tentang covid-19.   But, tidak berhenti di tahapan menyadari kalau diri tidak baik-baik saja. Setelah ini apa yang harus dilakukan? Apa berhenti mengakses informasi keadaan me...

Sombong yang tak disadari?

Gambar
              Setelah sekian lama blog hibernasi... Bingung Saya bingung harus menulis mengenai apa yang ringan dan renyah, setiap kali memulai menulis satu kalimat ketika saya membacanyya kembali saya akan menghapusnya segera, begitu terus hingga beberapa hari. saya buka sosmed muncul sebuah postingan yang isinya “aku tidak sombong, aku pemurah hati, dan kalimat lainnya yang isinya sebenerannya adalah menampakkan sisi dirinya yang baik. ada juga status "anakku sibuk banget sampai ga main-main karena terlalu asik belajar online" Akhirnya daripada diam dan Cuma bingung saya memutuskan untuk menulis tentang “humblebarg”. Istilah humblebarg mungkin masih terdengar asing di sebagaian orang namun sejak tahun 2010 seorang komika Amerika mulai mempopulerkannya dengan menyoroti perilaku artis yang bersikap seperti rakyat biasa tapi tidak biasa.      Sumber : https://www.vox.com/2015/5/22/8646481/humblebrag-HBS-study ...

benar atau salah KPAI vs PB Djarum

Gambar
Source Google Benar atau salah.. artikel ini tidak bermaksud untuk menghujat, atau menyatakan dukungan mengenai ramainya pemberitaan mengenai perusahaan Djarum yang mengeluarkan statment akan berhenti mengadakan audisi pencarian bakat atlit Bulu tangkis pada tahun 2020. Keputusan dari PB Djarum ini masuk di ambil usai Komisi perlindungan Anak Indonesia menilai ajang yang di selenggrakan oleh PB Djarum untuk mempromosikan merek Djarum yang identik dengan produk rokok ( https://nasional.kompas.com/read/2019/09/10/06234511/polemik-pb-djarum-vs-kpai-yang-berujung-stop-audisi?page=all )  Source : Google Polemik di media sosial bergejolak, saat Direktur Program Bakti olahraga Djarum Foundation mengadakan Jumpa pers Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019 di Hotel Aston di purwokerto. Salah satu poin jumpa pers tersebut adalah untuk mengumumkan bahwa tahun ini merupakan tahun terakhir PB djarum mengadakan audisi pencarian bakat, sebagai tanggapan atas pernyataan KPAI. ...

propaganda dan opini publik (1)

Gambar
  source : Google Penggiringan opini terus menerus dilakukan oleh berbagai pihak dalam rangka konstetasi politik tahun ini. Hampir setiap hari kita menjumpai pemberitaan yang di ambil dari perkataan narasumber yang di wawancara dan hampir selalu isinya merupakan sebuah penggiringan opini yang menyerang aspek emosi masyarakat. Penulis akan menampilkan dua contoh postingan judul berita  “Prabowo memenangkan provinsi yang kental dengan keislamannya, sementara Jokowi memenangkan provinsi dengan penduduk mayoritas Hindu dan Kristen. Ini menunjukkan polarisasi berdasarkan identitas agama yang kuat pada pilpres kali ini . Status ini di muat dalam postingan twitter Tirto https://twitter.com/TirtoID/status/1131915252226879489 tgl 24 mei 2019 .   Postingan berita lainnya mengenai “Tim Prabowo mengaku dipersulit saat hendak menuju gedung MK. https://news.okezone.com/read/2019/05/25/605/2060168/tim-prabowo-mengaku-dipersulit-saat-hendak-menuju-gedung-mk tgl 25...