Langsung ke konten utama

Viral : Validasi atau pembenaran ?

 Dikit- dikit upload, dikit-dikit posting .. bahkan sesuatu yang tidak seharusnya diposting pun menjadi bahan postingan . 

Posting biar apa? Butuh validasi atau sekedar mencari kebenaran ? 

Ah yaaa, sosial media memudahkan kita untuk memperoleh informasi, dan mendapatkan pembenaran yang tak seharusnya dicari .. 

beberapa hari lalu, seorang ibu rumah tangga memposting cerita kehidupan rumah tangga dan perlakuan suaminya di Threads eh ada akun Instagram yg Screening shoot postingan tersebut dan menjadikan postingan di Instagram, komentarnya pun beragam banyak yg menyarankan si istri untuk lari bahkan menceraikan suaminya .. 

eh eh ternyata setelah pemilik akun threads tersebut tau postingannya viral, dia pun mengklarifikasi bahwa dia hanya bertujuan bercerita .. 

dan akhirnya postingan tersebut dihapus … yaaaps tapi sepertinya dia lupa, rekam jejak digital itu nyata.. dia sudah menghapus di akun pribadi, tapi di akun yang memviralkan masih ada … 

Gak cuma cerita ini, ada lagi loh sepertinya seorang yang memiliki pengaruh katakan lah influencer kecantikan memposting percakapan dia dengan sang pacar yang dengan sengaja dia screen shoot dan di posting di Threads nya … lagi dan lagi komentar yang diperoleh beragam ada yg mendukung keputusan sang cowok yang meminta putus tapi juga ada yang meminta siy cewek untuk lari karena si cowok posesif ..

Ah dan terjadi lagi ,, postingan itu di screen shoot dan masuk akun gosip di instagram , viral dan komentarnya banyak .. 

komentarnya pun beragam banyak yang membenarkan perlakuan siy cowok yang mempertanyakan “ngapain posting seperti itu ( konteks siy cewek memakai hijab, memakan baju olahraga dengan lekuk tubuh yang terlihat dan baju tersebut basah ) 

Yaaa postingan itu sudah di hapus di Threads pribadi tapiiii tetap kan sudah terposting dan jadi rekam jejak di akun gosip .. 

kalau - kalau ni, siy keluarga cowok tahu dan melihat postingan itu, apa reaksinya .. hanya mencari pembenaran sesaat atau sensasi belaka … 

Banyak yg berkomentar siy cewek NPD , mencari validasi tapi di rujak oleh netizen .. 

tidak bisa dibenarkan juga perkataan NPD karena butuh test tapi yg bisa saya sarankan konsultasi ke psikolog .. ingat kesehatan mental itu penting .. 

Viral untuk apa ? Mencari pembenaran atau sensasi … 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review The Alpha Girls Guide

 The Alpha Girls Guide Buku yang ditulis oleh om piring @hmanampiring . Diterbitkan oleh @gagasmedia (sudah 14 kali cetak)  Om piring menulis buku ini sebagai respon atas pertanyaan "cewek itu harus berpendidikan tinggi nggak sih? Ujung-ujungnya di dapur juga, kasih alasan kuat dong kenapa cewek harus berpendidikan tinggi? "  Pertanyaan pematik ini, pertanyaan yang komplek dan sering banget muncul, nah im piring menjawab pertanyaan ini dengan elegan berdasarkan pengamatan dan juga riset.  Buku ini terdiri dari 9 bagian yang di awali dengan bagian apa itu alpha female hingga your alpha female.  Saya tertarik beberapa kalimat dalam buku ini  1. Status alpha adalah status di dalam sebuah kelompok, artinya bergantung pada pengakuan anggota kelompok lain (tidak melabeli diri sendiri)  2. Miss independent belum tentu alpha female, tapi alpha female sudah pasti miss independent (ada bbrp prinsip penting dlm diri alpha female)  3. Alpha girls melihat pend...

Validasi rasa

 Rasanya masih sama ya..  ... Bingung dan Gak tahu harus apa? Respon pertama "Tuhan sedang bercanda lagi" Tapi, lebih dari itu... "Tuhan tidak sedang bercanda, karena ini seserius itu" Pernahkah membayangkan berada dalam satu tim bersama orang yang menginginkan posisimu, menginginkan jadi penggantimu bahkan menginginkan kamu mati?  Yups, saya berada dalam posisi itu,... Setelah 3 tahun berusaha bangkit, berusaha pulih dan masih proses pendampingan mental maupun spiritual hanya beberapa detik semua seakan memaksa menyeretku kembali pada masa gelap.. Saya tertawa kencang banget, kayak kok lucu siy.... Orang ini menghilang setelah membuat huru hara dan Tuhan dengan entengnya memberikan satu momen kami harus bersama hahahhahah... Kayak, begitu banyak kemungkinan yang ada, tapi kok kemungkinan ini yang tercipta... kenapa probabilitasnya besar banget hahahha.. Akhirnya pecah tangisku, setelah saya tidak tahu harus merespon bagaimana... masih jelas mengingat dengan detail ...

Stress? Belanja aja... hmm

  "Aku kalau stress biasanya belanja"...  "Aku Galau, ya buka aplikasi oranye atau aplikasi item, Checkout di keranjang" "Hidup itu antara kerja dan checkout" Bukan kalimat asing kan,.. Hmm.. saya pun pernah mengalami ini. Ingat banget, waktu itu galau malah keluar kost, ke toko buku dan ambil-ambil buku pas bayar kaget donk hampir setengah juta hanya untuk konsumtif belanja menghilangkan galau.. Ya siy, galau hilang saat ambil-ambil barang eh tapi galau datang lagi saat pembayaran. Itu pengalaman pribadi... sekarang kalau galau larinya siy ke stok bahan makanan di kulkas, masak-masak.  Lain lagi cerita salah seorang kawan "ca, aku putus lagi, dan kamu tahu aku ke toko kosmetik beli make up banyak banget, pokoknya aku harus tampil lebih cantik" Nah... fenomena konsumtif saat stres ini dinamakan  Doom Spending. Doom spending adalah kebiasaan menghabiskan uang secara impulsif sebagai respons terhadap kecemasan, stres, atau ketidakpastian akan mas...