Saya lagi suka dengan lagu Bernadya "Rabun jauh"
Bisa mendengarkan lagu ini setiap jam… Bahkan saya mengatur lagu ini sebagai default dalam Spotify.
Entah kenapa saya begitu suka dengan lirik lagu ini. Sayangnya, saya tidak bisa bernyanyi dengan merdu.
Mungkin, entah bisa jadi relate ya dengan kondisi saya yang memakai kacamata, dan ketika tidak memakainya yang terlihat hanya siluet ...
Rabun jauh dari dulu
Tapi tak pernah mengganggu
Malah itu yang kubutuh...
.....
Setelah kita menikmati lagu Kacamata dari Afgan… sekarang kita menikmati lantunan nada dari Bernadya yang liriknya menggunakan metafora penglihatan.
Kalau kita mau membedahnya lagi, musik pop Indonesia sedang ramai membicarakan persepsi interpersonal yang dikemas dengan penglihatan.
Persepsi kita melihat, menilai, dan terkadang tertipu, bahkan menipu diri sendiri saat berhadapan dengan orang lain.
Rabun jauh dari dulu
Tapi tak pernah mengganggu
Malah itu yang kubutuh
Sedikit kurangi demam panggung
Namun khusus kota itu
Kupakai kacamataku
Sambil terus bersenandung
Terus mencari dari jauh
Lirik ini mencerminkan fenomena psikologis yang disebut Halo Effect dan Selective Perception.
Lagu ini menceritakan hambatan komunikasi yang bersifat internal antara dua individu. Aku menerima rabun jauh agar tidak melihat kekurangan pasangan. ini termasuk mekanisme menjaga citra tetap ideal.
Kita sering kali takut bahwa jika kita melihat seseorang terlalu jelas (dengan segala cacat dan celanya), rasa kagum itu akan hilang. Bernadya menangkap momen di mana kita secara sadar memelihara jarak agar "harapan kita" tentang orang tersebut tidak rusak oleh realitas yang tajam.
Selective Perception adalah proses di mana seseorang secara tidak sadar hanya menyerap informasi yang sesuai dengan keyakinan, kebutuhan, atau ekspektasinya dan mengabaikan informasi yang bertentangan. Otak kita bertindak sebagai filter. Kita hanya "mendengar" dan "melihat" apa yang ingin kita dengar dan lihat. Hal ini sering terjadi untuk menghindari cognitive dissonance (ketidaknyamanan mental saat fakta tidak sesuai dengan keinginan). Meskipun teman-temanmu bilang pasanganmu sering berbohong, kamu tetap merasa dia jujur. Kamu hanya fokus pada saat-saat dia berkata jujur dan "menghapus" ingatan saat dia berbohong dari pikiranmu.
Kaitannya dengan lagu: Ini sangat kental di lagu "Rabun Jauh" Bernadya. Si subjek memilih untuk menjadi "rabun" secara selektif. Dia hanya ingin melihat bagian yang indah agar perasaannya tetap terjaga, dan secara selektif mengabaikan hal-hal yang bisa menyakiti hatinya.
Komentar
Posting Komentar