Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Nyaman, Tapi Berbahaya: Zona Aman Bernama Kepompong Informasi

 Persahabatan bagai kepompong.... Kok malah nyanyi siy...  ups,... artikel kali ini bukan membahas kepompong pada umumnya yang kita tahu ni... Tapi, kita akan mengenali apa siy kepompong informasi seperti judulnya. Seperti biasanya, apapun topik yang membahas informasi pasti berkembang dari media sosial yang menjadi salah satu media terkini untuk mengakses informasi apapun yang kita butuhkan.  Hmm.... pembaca artikel ini bisa mulai melihat lagi, berapa akun media sosial yang tertaut di gawai? lebih dari 3 ya... hihi sama donk...  Jadi gini,...  Kita kan tahu ya yang namanya algoritma media sosial ya... saat di media sosial ni kita sering terjebak dalam ruang gema dan gelembung saring..  Misalnya gini, seminggu ini kita dihebohkan dengan informasi anak yang menuntut pengakuan dari sang Ibu... atau kita dihebohkan informasi seorang artis yang membuka badge "open to work" ... Timeline kita penuh dan berseliweran informasi yang mendukung atau menghujat ya... Na...

Viral : Validasi atau pembenaran ?

 Dikit- dikit upload, dikit-dikit posting .. bahkan sesuatu yang tidak seharusnya diposting pun menjadi bahan postingan .  Posting biar apa? Butuh validasi atau sekedar mencari kebenaran ?  Ah yaaa, sosial media memudahkan kita untuk memperoleh informasi, dan mendapatkan pembenaran yang tak seharusnya dicari ..  beberapa hari lalu, seorang ibu rumah tangga memposting cerita kehidupan rumah tangga dan perlakuan suaminya di Threads eh ada akun Instagram yg Screening shoot postingan tersebut dan menjadikan postingan di Instagram, komentarnya pun beragam banyak yg menyarankan si istri untuk lari bahkan menceraikan suaminya ..  eh eh ternyata setelah pemilik akun threads tersebut tau postingannya viral, dia pun mengklarifikasi bahwa dia hanya bertujuan bercerita ..  dan akhirnya postingan tersebut dihapus … yaaaps tapi sepertinya dia lupa, rekam jejak digital itu nyata.. dia sudah menghapus di akun pribadi, tapi di akun yang memviralkan masih ada …  Gak cum...

menepi tanpa tanya

 Boleh saja hidup dar der dor macam ini, tapi siapa yang bisa jadi tempat beradu cerita. Boleh saja kejutan diawal tahun tapi, siapa yang mau mendengar tanpa kerut di dahi. Boleh saja, semua sah saja. Toh kita semua mahkluk ciptaanNYA, tapi siapa yang siap dengan cerita yang berulang. Boleh saja, ya semua boleh . Semua akan berakhir walaupun tak pernah berakhir. Seperti drama china yang tiap episodenya ingin dicepatin, ingin cerita ini juga reload gitu saja.  Tidak takut, tidak menikmati juga karena episode yang terus berulang. Entah episode yang kesekian.  Semua berulang, bahkan dengan segala rasa tapi ya siapa yang menemani tanpa kerut di dahi, tanpa telisik mata penuh tanya.  Apakah melangkah ke tempat penuh damai,hanya dengan modal melangkah. Sebuah pilihan tepat. Apakah teratai ditengah danau bisa menentramkan hati........ lagi.  Ya hanya untuk menepi tanpa tanya.