Beberapa waktu lalu, mendapatkan kesempatan berdiskusi dengan Senior yang sebenarnya satu kelas.
Beliau sudah seperti Bapak untuk angkatan kami. Pokoknya ngayomi banget, beliau selalui berusaha hadir dan mendengarkan semua cerita random teman kelasnya.
Awal mula saya tidak begitu bisa membuka diri dengan beliau, saya seperti punya tembok tinggi bukan karena sombong tapi karena minder yes Saya minder karena banyak hal.
Tembok itu perlahan runtuh ketika saya duduk termenung depan ruang belajar, beliau ikut duduk dan menyampaikan "aku ngomong ke teman- teman ketika teman-teman mempertanyakan kamu kok gak ikut ujian, aku ngomong karena promotornya mempersiapkan penelitian dia, promotornya percaya sama dia karena dia mampu". Saya yang mendengar itu bagaikan adegan di drama sinetron "nengok kaget dan pelan berkata "bapak ngomong gitu?"
udahlah ya, diantara perjalan S3 yang dar der dor (sunyi tapi gak benar-benar sunyi).
Beliau selalu menyampaikan kalimat yang menenangkan setelah saya renungkan.
Balik ke pertemuan di pertengahan bulan Desember lalu, tetiba kami, ada saya, beliau dan satu teman deeptalk depan musholla fakultas.
"Kalian ngerasain gak perubahan setahun ini, perjalanan kuliah kita membuat banyak perubahan yak Gak Ca?"
Me : iya pak, belakangan ini masuk semester 3 saya menjalani ini dengan lebih santai, tidak menjadikan semuanya sebagai beban, tidak overthinking juga. Dimarahi diterima, disenyumin diterima, semua bentuk kasih sayang pembimbing.
beliau "nah itu yang aku belajar, dan suka dekat kamu, melihat kamu menjalani dengan santai".
Dan kamu memiliki motivasi internal masuk sini "memilih promotor duluan, apapun harus beliau"
Me : iya pak, dan saya belum mengenal beliau,dan tidak mengetahui juga ya udah dengan doa hehe.
iya, motivasi internal itu penting. Semua punya tantangannya masing-masing.
Me : benar pak, sekarang saya menjalani semuanya aja dengan baik, ada goals tapi jika tidak tercapai ya gpp, belum waktunya. Saya menyakini Allah ngasih jalan atas semua langkah karena langkah ini juga terjadi karena RidhoNYA.
oia, bahkan ada teman yang mengatakan " Santainya Caca dar der dornya kita".
Sepertinya karena umur yang semakin menginjak Gas, kalau tidak menghadapi dengan santai ntar darah tinggi ikut hadir bersama detak jantung yang tidak berirama estetik ...
Refleksi perjalanan studi akhir tahun 2025.
Awalnya perjalanan ini sunyi hanya bersama promotor, lalu sekarang ada penguat teman yang juga membuat semua menjadi lebih berwarna.
Perjalanan S3 Ramai yang Semu, Sepi yang Semu...
Komentar
Posting Komentar