Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Penghujung 2025

 Judulnya aja end yak .. Tapi aselinya baru dimulai .. ya semacam restart aja .. Terima kasih pada diri yg sudah bertahan walaupun sambil sambat Ya Allah, Ya Tuhan ..  tak ada ritual khusus menyambut pergantian tahun ..  tak ada rencana besar juga ..  sama seperti yg lalu , jalanin apa yang ada di di depan ..  tahun ini, masih blm bisa melupakan, masih sering ke trigger tapi jauh lebih bisa menerima ..  hmm .. 2025 menghadirkan cinta yaps cinta di setiap cerita  Menghadirkan ketulusan dan ketidakpastian krn smua yg pasti ya hanya KehendakNYA .. Selalu ada Cinta, dan selalu ada jalan  …  Terima kasih ya karena sudah hadir …  Terima kasih untuk semua orang baik yang ada di setiap perjalanan selama ini .. Terima kasih juga untuk kamu - kamu yang usil … wlpn sebenarnya gak bs di tolerir ya tapi makasih deh krn udh membuat lebih berwarna .. wlpn tanpa keusilanmu hidupku udh berwarna siy 😎

Identitas Agama di KTP, untuk apa?

 Judulnya agak gimana ya?  Tetiba aja siy pengen nulis ini, sebenarnya bukan tiba-tiba juga tapi jadi teringat pertanyaan beberapa orang "kamu Islam apa?" MU kah? atau NU kah?  dengan tersenyum saya menjawab " Islam KTP"  apakah tulisan ini akan membahas mengenai sinetron islam KTP? tentu saja tidak.  Satu obrolan yang menggelitik ketika seorang kawan bertanya " Ca, si itu puasa kah? ..." saya balik bertanya emang kenapa? "soalnya dia gak terlihat shalat jumat, apa Atheis ya?' Reaksi saya lah apa hubungannya puasa, gak shalat jumat dan atheis?  Bijak dan Adil berpikir harusnya dilakukan sebelum memberikan label..  Yups identitas agama itu label kan,. dimaknai sebatas label kan. Bukannya di Indonesia saja ada 6 agama.  Secara tidak kita sadari, kita sudah "diajari bias" sejak dini. mau contohnya, " Agama selain Islam disebutnya apa ? NonIs kan... Bukan menyebut agama Katolik, Protestan, Budha , Hindu, atau Penghayat . Sejak dulu kita...

Katanya Rindu : ontologis, aksiologis dan epistemologis

 Katanya Rindu... Judul tulisan kali ini.. Tapi rindu pada siapa, rindu apa, rindu karena apa? semua masih abstrak tidak terdefinisikan secara operasional.  Konon katanya tidak semua bisa dijelaskan tapi cukup dirasakan... ah tapi untuk saya mahkluk yang sedang belajar menngoperasinalkan semua ya harus ada penjelasannya.  Jadi tidak konsisten kan...  Konon katanya, tidak semua harus ada jawabannya tapi untuk saya yang sedang belajar mencari jawaban dari permasalahan ya semua harus ada jawabannya.  Konon katanya, tanda itu bisa dibaca. pakai teori interaksi simbolik ah itu kan berlaku untuk membaca tanda interaksi orang dengan orang...  Konon katanya rindu itu ... konon konon konon astaga....  mari kita bertanya pada AI ...  nah ini jawabannya... 1. Ontologi Rindu (Apa hakikat “rindu” itu?) Secara ontologis, rindu adalah entitas pengalaman batin manusia yang bersifat subjektif, afektif, dan relasional . Hakikat rindu Rindu bukan benda fisik, me...

S3 : antara Sepi dan Ramai yang Semu

 Beberapa waktu lalu, mendapatkan kesempatan berdiskusi dengan Senior yang sebenarnya satu kelas.  Beliau sudah seperti Bapak untuk angkatan kami. Pokoknya ngayomi banget, beliau selalui berusaha hadir dan mendengarkan semua cerita random teman kelasnya. Awal mula saya tidak begitu bisa membuka diri dengan beliau, saya seperti punya tembok tinggi bukan karena sombong tapi karena minder yes Saya minder karena banyak hal. Tembok itu perlahan runtuh ketika saya duduk termenung depan ruang belajar, beliau ikut duduk dan menyampaikan "aku ngomong ke teman- teman ketika teman-teman mempertanyakan kamu kok gak ikut ujian, aku ngomong karena promotornya mempersiapkan penelitian dia, promotornya percaya sama dia karena dia mampu". Saya yang mendengar itu bagaikan adegan di drama sinetron "nengok kaget dan pelan berkata "bapak ngomong gitu?"  udahlah ya, diantara perjalan S3 yang dar der dor (sunyi tapi gak benar-benar sunyi). Beliau selalu menyampaikan kalimat yang mene...