Pernahkah kamu lagi berdebat, adu argumen bahkan merasa lelah karena sebenarnya kamu lagi berdebat dengan orang yang merasa dirinya benar.
Sesat Pikir Populer yang Harus kamu Tahu
Sebelum kita berdebat niiii sebaiknya kita tahu dulu 5 jenis sesat pikir atau logical fallacy yang sering disalahgunakan untuk memanipulasi opini:
A. Ad Hominem (Menyerang Pribadi)
Definisi: Menyerang karakter, motif, atau atribut pribadi lawan bicara alih-alih menyerang argumen mereka.
Contoh: "aku tidak kenal kamu, kamu bukan level saya". Guys, kalau seperti ini, ingat.. dia aja sudah bilang gak kenal kamu, lah kok bisa tahu dia level kamu atau bukan... Bisa jadi niih, dia malah jauh dibawah kamu hahahha....
Pentingnya: Ingat, argumen yang logis harus dinilai dari validitas isinya, bukan dari siapa yang mengucapkannya.
B. Straw Man (Orang-orangan Sawah)
Definisi: Salah mengartikan, melebih-lebihkan, atau mendistorsi argumen lawan menjadi versi yang lebih lemah dan mudah diserang (seperti menyerang boneka jerami yang mudah dirobohkan).
Contoh:
Argumen Asli: "Saya pikir kita harus berdamai dan menerima kesalahan mereka"
Serangan Straw Man: "masa orang yang berjasa dilupakan begitu saja?"
Pentingnya: Sesat pikir ini menghindari substansi masalah.
C. Appeal to Authority (Argumentum ad Verecundiam)
Definisi: Mengklaim sesuatu itu benar semata-mata karena didukung oleh figur otoritas, tanpa mempertimbangkan bukti atau keahlian mereka yang relevan.
Contoh: "gak mungkin lah dia korupsi, kan dia orang kaya keluarga dari si A, anaknya pemimpin ."
Pentingnya: Otoritas harus relevan dan dukungannya harus didasarkan pada bukti, bukan ketenaran.
D. Slippery Slope (Lereng Licin)
Definisi: Mengklaim bahwa suatu tindakan kecil akan memicu rangkaian peristiwa ekstrem yang tak terhindarkan dan tidak diinginkan, tanpa memberikan bukti bahwa rangkaian peristiwa tersebut pasti terjadi.
Contoh: "Jika tidak ada mereka, kita akan chaos, gak ada lagi yang bisa bantu anggaran kita"
Pentingnya: Ini adalah taktik menakut-nakuti yang didasarkan pada spekulasi, bukan kausalitas yang terbukti.
E. False Dichotomy (Black or White Fallacy)
Definisi: Menyajikan situasi seolah-olah hanya ada dua pilihan ekstrem yang mungkin, padahal kenyataannya ada banyak pilihan atau nuansa lain.
Contoh: "Anda harus mendukung kebijakan kami sepenuhnya, atau Anda pasti mendukung pihak lawan."
Pentingnya: Kebanyakan masalah di dunia memiliki solusi yang berada di tengah-tengah.
Bagaimana Melawan Sesat Pikir?
Sesat pikir adalah jebakan. Sekarang kamu memiliki alat untuk mengidentifikasinya.
Aksi: Saat berdebat, jangan fokus pada emosi. Fokus pada struktur argumen dan validitas bukti.
Ajakan: Dengan berpikir kritis, kamu tidak akan mudah dimanipulasi.
Ups lupa,... karena saya sedang melakukan penelitian disertasi mengenai bias kognitif nah ada satu variabel yang berkaitan sesat pikir yaitu efek orang ketiga.... (Gak sombong loh ya, bukan euforia semata, tapi berbagi pengetahuan aja, karena konon ilmu yang disampaikan akan membuat orang itu lebih paham)... ✌✌✌
Setelah mengenali sesat pikir, ada satu jebakan kognitif terakhir yang harus kita waspadai: Teori Efek Orang Ketiga (Third-Person Effect Theory).
Kalau kata dosenku "teori ini seperti orang yang bisa ngeliat jitok orang lain, tapi gak bisa ngeliat jitok dewe hahahah"
Teori ini menyatakan bahwa setiap individu cenderung meyakini bahwa pesan media massa yang manipulatif, seperti yang mengandung sesat pikir atau hoaks, akan memiliki dampak yang lebih besar pada orang lain (orang ketiga) dibandingkan pada diri sendiri.
Singkatnya, kita cenderung berpikir, "Saya kebal terhadap Ad Hominem dan Slippery Slope yang menyesatkan itu, tetapi teman-teman saya di media sosial pasti akan tertipu."
Eh tahu gak guys, biasanya teori efek ketiga ini menimpa, terjadi tanpa disadari oleh individu yang merasa dirinya super,... Supermi kali ya...
Keyakinan berlebihan ini menciptakan titik buta (bias blind spot) yang berbahaya. Saat kita fokus mencari sesat pikir pada argumen orang lain, kita menjadi kurang kritis terhadap argumen dari pihak atau kelompok yang kita sukai atau terhadap Logical Fallacy yang terjadi dalam proses berpikir kita sendiri.
Dengan memahami Logical Fallacy dan mengakui bahwa kita pun rentan terhadap Teori Efek Orang Ketiga, kita dapat melatih diri untuk menjadi konsumen informasi yang benar-benar adil dan objektif.
Guys, ati-ati ya... karena semua bisa jadi bias.... tidak terlepas dengan saya...
See You Guys, di topik selanjutnya....
sebagai penutup ada lagu ni .... Selamat menikmati ....

Komentar
Posting Komentar