Langsung ke konten utama

Sesat Pikir : Gajah yang jauh terlihat, tapi semut di depan mata ah tentu saja luput

 



Pernahkah kamu lagi berdebat, adu argumen bahkan merasa lelah karena sebenarnya kamu lagi berdebat dengan orang yang merasa dirinya benar. 

Atau Seberapa sering kamu merasa yakin telah memenangkan sebuah perdebatan, tetapi setelahnya kamu merasa ada yang janggal atau tidak jujur dari argumen yang dilontarkan lawan bicara ? 

Atau pernahkah kamu disapa oleh orang dengan perkataan "aku ahli, kamu bukan levelku? 

ah ya, bisa jadi kamu kamu kamu pernah mengalami tiga dari pertanyaan yang saya ajukan kan..

Dan setelah itu, kamu akan merasa lelah, merasa ada yang ganjal.. 

Hmm, perasaan mengganjal itu, bisa jadi disebabkan oleh Sesat Pikir (Logical Fallacy).

Catat ya guys...  Sesat pikir adalah cacat atau kesalahan dalam struktur atau proses penalaran yang membuat sebuah argumen terdengar meyakinkan dan benar, padahal secara logis tidak valid. 


Kita tidak bisa menghindarinya; 

sesat pikir ada di mana-mana, mulai dari iklan yang mencoba memanipulasi keputusan belanja kamu, perdebatan politik yang memecah belah, hingga unggahan viral di media sosial. 

Bahkan sesat pikir juga bisa kita jumpai dalam kehidupan sosial... misalnya dalam diskusi...

Mengenali dan menguasai jenis-jenis sesat pikir ini adalah langkah pertama yang paling krusial untuk membuat keputusan yang lebih cerdas dan melindungi diri dari manipulasi.

Jadi catatnya ya guys, sesat pikir yang dilakukan oleh orang lain itu adalah bentuk manipulasi....

So... 

 Mari kita bongkar lima sesat pikir paling populer yang wajib kamu ketahui!

Sesat Pikir Populer yang Harus kamu Tahu

Sebelum kita berdebat niiii sebaiknya kita tahu dulu 5 jenis sesat pikir atau logical fallacy yang sering disalahgunakan untuk memanipulasi opini:

A. Ad Hominem (Menyerang Pribadi)

  • Definisi: Menyerang karakter, motif, atau atribut pribadi lawan bicara alih-alih menyerang argumen mereka.

  • Contoh: "aku tidak kenal kamu, kamu bukan level saya". Guys, kalau seperti ini, ingat.. dia aja sudah bilang gak kenal kamu, lah kok bisa tahu dia level kamu atau bukan... Bisa jadi niih, dia malah jauh dibawah kamu hahahha....

  • Pentingnya: Ingat, argumen yang logis harus dinilai dari validitas isinya, bukan dari siapa yang mengucapkannya.

B. Straw Man (Orang-orangan Sawah)

  • Definisi: Salah mengartikan, melebih-lebihkan, atau mendistorsi argumen lawan menjadi versi yang lebih lemah dan mudah diserang (seperti menyerang boneka jerami yang mudah dirobohkan).

  • Contoh:

    • Argumen Asli: "Saya pikir kita harus berdamai dan menerima kesalahan mereka"

    • Serangan Straw Man: "masa orang yang berjasa dilupakan begitu saja?"

  • Pentingnya: Sesat pikir ini menghindari substansi masalah.

C. Appeal to Authority (Argumentum ad Verecundiam)

  • Definisi: Mengklaim sesuatu itu benar semata-mata karena didukung oleh figur otoritas, tanpa mempertimbangkan bukti atau keahlian mereka yang relevan.

  • Contoh: "gak mungkin lah dia korupsi, kan dia orang kaya keluarga dari si A, anaknya pemimpin ."

  • Pentingnya: Otoritas harus relevan dan dukungannya harus didasarkan pada bukti, bukan ketenaran.

D. Slippery Slope (Lereng Licin)

  • Definisi: Mengklaim bahwa suatu tindakan kecil akan memicu rangkaian peristiwa ekstrem yang tak terhindarkan dan tidak diinginkan, tanpa memberikan bukti bahwa rangkaian peristiwa tersebut pasti terjadi.

  • Contoh: "Jika tidak ada mereka, kita akan chaos, gak ada lagi yang bisa bantu anggaran kita" 

  • Pentingnya: Ini adalah taktik menakut-nakuti yang didasarkan pada spekulasi, bukan kausalitas yang terbukti.

E. False Dichotomy (Black or White Fallacy)

  • Definisi: Menyajikan situasi seolah-olah hanya ada dua pilihan ekstrem yang mungkin, padahal kenyataannya ada banyak pilihan atau nuansa lain.

  • Contoh: "Anda harus mendukung kebijakan kami sepenuhnya, atau Anda pasti mendukung pihak lawan."

  • Pentingnya: Kebanyakan masalah di dunia memiliki solusi yang berada di tengah-tengah.

Bagaimana Melawan Sesat Pikir?

  • Sesat pikir adalah jebakan. Sekarang kamu memiliki alat untuk mengidentifikasinya.

  • Aksi: Saat berdebat, jangan fokus pada emosi. Fokus pada struktur argumen dan validitas bukti.

  • Ajakan: Dengan berpikir kritis, kamu tidak akan mudah dimanipulasi.

Ups lupa,... karena saya sedang melakukan penelitian disertasi mengenai bias kognitif nah ada satu variabel yang berkaitan sesat pikir yaitu efek orang ketiga.... (Gak sombong loh ya, bukan euforia semata, tapi berbagi pengetahuan aja, karena konon ilmu yang disampaikan akan membuat orang itu lebih paham)... ✌✌✌


Setelah mengenali sesat pikir, ada satu jebakan kognitif terakhir yang harus kita waspadai: Teori Efek Orang Ketiga (Third-Person Effect Theory)

Kalau kata dosenku "teori ini seperti orang yang bisa ngeliat jitok orang lain, tapi gak bisa ngeliat jitok dewe hahahah" 

Teori ini menyatakan bahwa setiap individu cenderung meyakini bahwa pesan media massa yang manipulatif, seperti yang mengandung sesat pikir atau hoaks, akan memiliki dampak yang lebih besar pada orang lain (orang ketiga) dibandingkan pada diri sendiri.

Singkatnya, kita cenderung berpikir, "Saya kebal terhadap Ad Hominem dan Slippery Slope yang menyesatkan itu, tetapi teman-teman saya di media sosial pasti akan tertipu."

Eh tahu gak guys, biasanya teori efek ketiga ini menimpa, terjadi tanpa disadari oleh individu yang merasa dirinya super,... Supermi kali ya... 

Keyakinan berlebihan ini menciptakan titik buta (bias blind spot) yang berbahaya. Saat kita fokus mencari sesat pikir pada argumen orang lain, kita menjadi kurang kritis terhadap argumen dari pihak atau kelompok yang kita sukai atau terhadap Logical Fallacy yang terjadi dalam proses berpikir kita sendiri. 

Dengan memahami Logical Fallacy dan mengakui bahwa kita pun rentan terhadap Teori Efek Orang Ketiga, kita dapat melatih diri untuk menjadi konsumen informasi yang benar-benar adil dan objektif.


Guys, ati-ati ya... karena semua bisa jadi bias.... tidak terlepas dengan saya... 

See You Guys, di topik selanjutnya.... 

sebagai penutup ada lagu ni .... Selamat menikmati .... 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review The Alpha Girls Guide

 The Alpha Girls Guide Buku yang ditulis oleh om piring @hmanampiring . Diterbitkan oleh @gagasmedia (sudah 14 kali cetak)  Om piring menulis buku ini sebagai respon atas pertanyaan "cewek itu harus berpendidikan tinggi nggak sih? Ujung-ujungnya di dapur juga, kasih alasan kuat dong kenapa cewek harus berpendidikan tinggi? "  Pertanyaan pematik ini, pertanyaan yang komplek dan sering banget muncul, nah im piring menjawab pertanyaan ini dengan elegan berdasarkan pengamatan dan juga riset.  Buku ini terdiri dari 9 bagian yang di awali dengan bagian apa itu alpha female hingga your alpha female.  Saya tertarik beberapa kalimat dalam buku ini  1. Status alpha adalah status di dalam sebuah kelompok, artinya bergantung pada pengakuan anggota kelompok lain (tidak melabeli diri sendiri)  2. Miss independent belum tentu alpha female, tapi alpha female sudah pasti miss independent (ada bbrp prinsip penting dlm diri alpha female)  3. Alpha girls melihat pend...

Validasi rasa

 Rasanya masih sama ya..  ... Bingung dan Gak tahu harus apa? Respon pertama "Tuhan sedang bercanda lagi" Tapi, lebih dari itu... "Tuhan tidak sedang bercanda, karena ini seserius itu" Pernahkah membayangkan berada dalam satu tim bersama orang yang menginginkan posisimu, menginginkan jadi penggantimu bahkan menginginkan kamu mati?  Yups, saya berada dalam posisi itu,... Setelah 3 tahun berusaha bangkit, berusaha pulih dan masih proses pendampingan mental maupun spiritual hanya beberapa detik semua seakan memaksa menyeretku kembali pada masa gelap.. Saya tertawa kencang banget, kayak kok lucu siy.... Orang ini menghilang setelah membuat huru hara dan Tuhan dengan entengnya memberikan satu momen kami harus bersama hahahhahah... Kayak, begitu banyak kemungkinan yang ada, tapi kok kemungkinan ini yang tercipta... kenapa probabilitasnya besar banget hahahha.. Akhirnya pecah tangisku, setelah saya tidak tahu harus merespon bagaimana... masih jelas mengingat dengan detail ...

Stress? Belanja aja... hmm

  "Aku kalau stress biasanya belanja"...  "Aku Galau, ya buka aplikasi oranye atau aplikasi item, Checkout di keranjang" "Hidup itu antara kerja dan checkout" Bukan kalimat asing kan,.. Hmm.. saya pun pernah mengalami ini. Ingat banget, waktu itu galau malah keluar kost, ke toko buku dan ambil-ambil buku pas bayar kaget donk hampir setengah juta hanya untuk konsumtif belanja menghilangkan galau.. Ya siy, galau hilang saat ambil-ambil barang eh tapi galau datang lagi saat pembayaran. Itu pengalaman pribadi... sekarang kalau galau larinya siy ke stok bahan makanan di kulkas, masak-masak.  Lain lagi cerita salah seorang kawan "ca, aku putus lagi, dan kamu tahu aku ke toko kosmetik beli make up banyak banget, pokoknya aku harus tampil lebih cantik" Nah... fenomena konsumtif saat stres ini dinamakan  Doom Spending. Doom spending adalah kebiasaan menghabiskan uang secara impulsif sebagai respons terhadap kecemasan, stres, atau ketidakpastian akan mas...