Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Viral : Validasi atau pembenaran ?

 Dikit- dikit upload, dikit-dikit posting .. bahkan sesuatu yang tidak seharusnya diposting pun menjadi bahan postingan .  Posting biar apa? Butuh validasi atau sekedar mencari kebenaran ?  Ah yaaa, sosial media memudahkan kita untuk memperoleh informasi, dan mendapatkan pembenaran yang tak seharusnya dicari ..  beberapa hari lalu, seorang ibu rumah tangga memposting cerita kehidupan rumah tangga dan perlakuan suaminya di Threads eh ada akun Instagram yg Screening shoot postingan tersebut dan menjadikan postingan di Instagram, komentarnya pun beragam banyak yg menyarankan si istri untuk lari bahkan menceraikan suaminya ..  eh eh ternyata setelah pemilik akun threads tersebut tau postingannya viral, dia pun mengklarifikasi bahwa dia hanya bertujuan bercerita ..  dan akhirnya postingan tersebut dihapus … yaaaps tapi sepertinya dia lupa, rekam jejak digital itu nyata.. dia sudah menghapus di akun pribadi, tapi di akun yang memviralkan masih ada …  Gak cum...

Habis

 Rasanya pyaaar  Hatiku habis  Semua building raport yang membaik seperti runtuh tak bersisa Rasanya seperti pyaaar .. Kosong tak bersisa.. Hanya ada helaan nafas yg berat, dan pertanyaan butuh jawaban … kenapa ?  Riuh sekali tapi tak mau ada pertanyaan yang terlontar , cukup pertanyaan ini tersusun liar di kepala .. tak mau mendengarnya lagi … 

menepi tanpa tanya

 Boleh saja hidup dar der dor macam ini, tapi siapa yang bisa jadi tempat beradu cerita. Boleh saja kejutan diawal tahun tapi, siapa yang mau mendengar tanpa kerut di dahi. Boleh saja, semua sah saja. Toh kita semua mahkluk ciptaanNYA, tapi siapa yang siap dengan cerita yang berulang. Boleh saja, ya semua boleh . Semua akan berakhir walaupun tak pernah berakhir. Seperti drama china yang tiap episodenya ingin dicepatin, ingin cerita ini juga reload gitu saja.  Tidak takut, tidak menikmati juga karena episode yang terus berulang. Entah episode yang kesekian.  Semua berulang, bahkan dengan segala rasa tapi ya siapa yang menemani tanpa kerut di dahi, tanpa telisik mata penuh tanya.  Apakah melangkah ke tempat penuh damai,hanya dengan modal melangkah. Sebuah pilihan tepat. Apakah teratai ditengah danau bisa menentramkan hati........ lagi.  Ya hanya untuk menepi tanpa tanya.